PSRB SMAPAGA harus menelan kekalahan di laga debutnya di kancah perturnamenan 0-1 melawan PUMA Sari Giri Pracimantoro. gol tercipta dari tendangan pinalti yang diberikan wasit karena salah satu pemain smapaga menjatuhkan penyerang Sari Giri. Sebenarnya bola sudah diantisipasi oleh Kiper SMAPAGA, Gupi Adi Saputra. namun bola tetap mengalir masuk ke gawang SMAPAGA FC. meski demikian smangat para pemain tidak surut. serangan demi serangan silih berganti dilancarkan oleh kedua tim. meski diatas kertas PUMA Sari Giri diunggulkan karena para pemainya adalah jebolan SSB terkemuka di wilayah Wonogiri, permainan SMAPAGA tak kalah gemilangnya, beberapa kali striker SMAPAGA mengancam gawang PUMA SG. namun usaha Dwianto, Sigit, Heru dkk tidak membuahkan hasil hingga pertandingan usai. gempuran bertubi-tubi juga dilancarkan oleh PUMA SG. namun lagi-lagi kiper SMAPAGA patut dinobatkan sebagai man of the match pada pertandingan tersebut. tampil percaya diri layaknya pemain internasional, para pencari bakat mana yang tidak tertarik dengan talentanya. Sebenarnya peluang bagus diperoleh PSRB SMAPAGA saat Hary styawan dijatuhkan di kotak terlarang oleh kiper dan pemain belakang PUMA SG. namun sang wasit tidak menunjuk titik putih dan bola bergulir pelan meninggalkan lapangan disertai protes para suporter. Jikalau pinalty dihadiahkan pada tim SMAPAGA mungkin akan lain hasil pertandingannya. termasuk ketika Hary setyawan berusaha mengejar bola di sektor pertahanan PUMA FC, lagi-lagi hakim garis justru mengangkat bendera offside.penonton pun dibuat kecewa. tapi tak apalah, yang penting mental para pemain tetap terjaga, menang kalah, fairplay adalah segalanya. Maju terus sepak bola SMAPAGA, Maju Pendidikannya, maju Sepak bola INDONESIA. Salam olah raga!
Embung Mesu desa Sumberagung Pracimantoro Wonogiri Di saat banyak peristiwa terjadi pasca badai Cempaka melanda. Warga Wonogiri khususnya bagian selatan akhir-akhir ini selalu dikejutkan peristiwa aneh seperti runtuhnya struktur Tanah dan tergenangnya pemukiman dan areal pertanian warga yang subur menjadi mati/membusuk. Juga perlu disyukuri beberapa telaga dan embung menjadi melimpah debit airnya, cukup untuk persediaan musim kemarau tahun depan. baca juga : Lapangan Ngandong Jemblong ditemukan Goa
Komentar
Posting Komentar