Pegunungan Sewu adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur) di Pulau Jawa. Deretan pegunungan Sewu terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Batuan kapur menjadi ciri khas pegunungan ini.Pegunungan ini memiliki bentang alam kawasan karst
yang sangat unik, hal tersebut dicirikan dengan adanya fenomena di
permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst). Fenomena
permukaan meliputi bentukan positif, seperti perbukitan karst yang
jumlahnya ± 40.000 bukit yang berbentuk kerucut. Bentukan negatifnya berupa lembah-lembah karst dan telaga karst.
Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst yang berjumlah tidak kurang dari 119 goa yang memiliki stalaktit dan stalakmit, dan semua aliran sungai bawah tanah. Karena keunikan ekosistemnya, maka tahun 1993 International Union of Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia.(wikipedia)
Embung Mesu desa Sumberagung Pracimantoro Wonogiri Di saat banyak peristiwa terjadi pasca badai Cempaka melanda. Warga Wonogiri khususnya bagian selatan akhir-akhir ini selalu dikejutkan peristiwa aneh seperti runtuhnya struktur Tanah dan tergenangnya pemukiman dan areal pertanian warga yang subur menjadi mati/membusuk. Juga perlu disyukuri beberapa telaga dan embung menjadi melimpah debit airnya, cukup untuk persediaan musim kemarau tahun depan. baca juga : Lapangan Ngandong Jemblong ditemukan Goa

Komentar
Posting Komentar